Tantan mengatakan, Gathuessi salah satu bek yang sulit untuk ditaklukan. Perlu kerja keras dan ekstra tenaga untuk dapat menaklukan pemain asal Kamerun tersebut. Meskipun ada beberapa pemain belakang lainnya yang tangguh, Tantan tetap menilai dia sulit ditaklukkan.
"Saya beberapa kali bertemu dengan Gathuessi, ia pemain yang sulit untuk dilewati. Ia pemain yang alot. Gathuessi sepertinya pemain yang berkesan sampai saat ini," kata Tantan.
Saat tim keduanya bertemu, pemain bernomor punggung 82 ini mengaku selalu mendapat tugas duel satu lawan satu dengan Gathuessi. Siapa sangka, sebaliknya Tantan juga menjadi target khusus Gathuessi untuk dijegal sehingga tidak masuk daerah pertahanan.
Seperti saat PERSIB menghadapi Arema saat semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014 di Palembang. Gathuessi sempat menanyakan kepada Tantan apa tidak lelah lari-lari dan bermain ngotot. Balasan Tantan hanya senyuman dan tidak memperlihatkan rasa lelah kepada musuhnya tersebut. Hingga akhirnya, Tantan ditarik keluar menit 76 digantikan Atep. Begitupun Gathuessi ditarik menit 77 oleh Benny Wahyudi.
"Setiap bertanding pasti lelah, apalagi menghadapinya, saat ditanya cape tidak. Saya hanya tersenyum dan kembali bermain maksimal, karena tahu ia juga sudah lelah. Pertemuan dengannya tidak saat di PERSIB, waktu masih di Sriwijaya. Saya juga dapat tugas mengawalnya dan ternyata Gathuessi juga sama disuruh ngawal saya," ucapnya. ***
sumber : http://persib.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar