persib

persib

Minggu, 28 Februari 2016

Romantisme PERSIB dan Arema

Pertandingan PERSIB kontra Arema selalu menjadi hal menarik untuk diikuti. Pertarungan gengsi dua klub besar di Indonesia ini tidak jarang memancing emosi kedua suporter fanatiknya. Namun, kedua tim ini ternyata memiliki kemesraan tersendiri.

Rabu, 30 Desember 2015

Gathuessi Bek Paling Sulit Dilewati

Pemain bertahan Arema Indonesia, Thierry Gathuessi menjadi salah satu pemain yang sulit untuk dilupakan, terutama oleh striker PERSIB, Tantan. Pertemuan keduanya selalu seru untuk disaksikan. Bahkan, mereka selalu menjadi saling target.

Tantan mengatakan, Gathuessi salah satu bek yang sulit untuk ditaklukan. Perlu kerja keras dan ekstra tenaga untuk dapat menaklukan pemain asal Kamerun tersebut. Meskipun ada beberapa pemain belakang lainnya yang tangguh, Tantan tetap menilai dia sulit ditaklukkan.

Sabtu, 26 Desember 2015

Ini Misi Dedi di Malaysia


Gelandang PERSIB, Dedi Kusnandar mengungkapkan alasannya untuk mengikuti trial bersama tim Sabah, Malaysia. Kondisi kompetisi di Indonesia belum sehat akibat sanksi FIFA dan Kemenpora kepada PSSI belum dicabut.

Pemain jebolan PERSIB junior ini mengatakan, masih punya impian untuk membela Maung Bandung. Namun situasi sulit sepakbola Indonesia tidak bisa membuatnya menunggu terlalu lama. Terlebih usianya saat ini merupakan masa produktif dalam dunia sepakbola.

Jumat, 25 Desember 2015

Harapan Made di 2016


Menjelang pergantian tahun, penjaga gawang PERSIB, I Made Wirawan sudah mencanangkan sebuah resolusi untuk dirinya, tim dan sepakbola Indonesia. Meskipun 2015 kiprah PERSIB pada kompetisi terhenti, penjaga gawang asal Bali ini punya harapan yang tinggi di tahun 2016.

Menurut Made, harapan terbesarnya adalah kompetisi di Indonesia dapat bergulir kembali. Adanya kompetisi dan kembali normalnya sepakbola Indonesia tentu dapat memberikan hal baru buat dirinya.

"Tentu salah satu harapan terbesar adalah bisa kembali ada liga. Semua dapat damai untuk membuat kembali sepakbola Indonesia berprestasi dan PERSIB juga dapat kembali berprestasi," kata pemain bernomor punggung 78 ini.

Selain itu, pria yang karib disapa Bli ini mengharapkan tahun depan dapat lebih dewasa dan punya tanggung jawab buat keluarga. Prestasi yang selama ini didapat pun ingin tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan kembali. Salah satunya adalah dapat berlaga lagi di level Asia.

Sejak 2009 tampil bersama Persiba Balikpapan, Made selalu menjadi pilihan utama menjaga gawang timnya, termasuk saat bergabung dengan PERSIB musim 2013. Tercatat sejak 2009-2015, ayah satu anak ini sudah tampil 12.649 menit dari 141 laga yang dimainkan.

Bersama Tim Nasional Indonesia, pria kelahiran 1 Desember 1981 ini mencatatkan 720 menit tampil dari 8 pertandingan yang dimainkan. Sementara saat berlaga di level Asia pada AFC Cup dan Champions Asia, pemain yang mempunyai tinggi badan 180 cm ini tampil 630 menit dari tujuh pertandingan. "Semoga tahun depan lebih baik lagi, PERSIB kembali berprestasi dan sepakbola Indonesia dapat segera bangkit kembali," ucap Made.***

sumber : http://persib.co.id/ 

Senin, 21 Desember 2015

Makna Hari Ibu bagi Zola


Tanggal 22 Desember dikenal sebagai hari yang istimewa bagi warga Indonesia. Hari yang dikenal sebagai 'Hari Ibu' ini, setiap orang mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan kasih sayang yang mereka punya pada ibunda, dengan cara yang lebih istimewa dari biasanya.

Bagi pemain muda PERSIB, Gian Zola, Hari Ibu rupanya memiliki arti tersendiri. Gelandang serang Maung Bandung ini menilai, Hari Ibu tidak hanya satu hari. Tetapi kasih sayang untuk ibu harus dilakukan setiap hari, seperti untuk sang ibu tercinta, Yuyun Zauhariyah.

Menurutnya jasa ibu yang sangat besar tidak akan terbalas oleh semua kado istimewa. Karena itu, dia selalu berusaha menanamkan makna Hari Ibu setiap hari dan tidak hanya pada 22 Desember.

"Bagi saya, ibu adalah sosok yang luar biasa. Jasanya tidak akan mungkin terbalas. Ibu mungkin segalanya buat saya. Saya ingin selalu memberikan yang terbaik," kata pemain binaan Diklat PERSIB ini, Selasa (22/12/2015).

Meskipun tidak dapat membalas jasa ibunya, Zola punya satu harapan yang ingin dicapainya untuk ayah dan ibunya, yaitu memberangkatkan ke Tanah Suci. "Mudah-mudahan bisa kesampaian. Zola ingin memberangkatkan ayah dan ibu untuk ibadah haji atau mungkin umroh," ucapnya.***

Jumat, 18 Desember 2015

Masih Ada Peluang untuk Gavin dan Ibrahim


Gavin Kwan Adsit dan Ibrahim Conteh memilih untuk berpamitan dan tidak melanjutkan latihan bersama PERSIB. Mereka kepada Pelatih Djadjang Nurdjaman mengaku diminta pulang agennya karena melihat situasi yang tidak jelas tentang sepakbola di Indonesia.

Menurut Djadjang, PERSIB tidak dapat menjanjikan karena belum mempunyai agenda pasti pertandingan atau turnamen yang akan dihadapi. "Mereka meminta pulang dulu. Seandainya ada kepastian, kita akan coba memanggilnya kembali," kata Djadjang di Mess PERSIB.

Pelatih yang memberikan empat piala buat PERSIB ini tidak menafikan jika pemampilan keduanya cukup menjanjikan. Terlebih lagi gaya bermain Ibrahim Conteh. Tapi dalam situasi saat ini, tim pun tidak bisa memberikan garansi lebih kepada pemain-pemain tersebut.

"Mereka semakin menunjukan progres positif bersama tim. Gavin juga saya kasih kesempatan terus untuk latihan bareng. Namun sekali lagi untuk pemain ini masih belum bisa diputuskan. Jujur saya ada ketertarikan sama Conteh," ungkapnya. ***

sumber : http://persib.co.id/ 

Kamis, 17 Desember 2015

Ada Target Lain, Hasil Diabaikan


 Untuk menghilangkan rasa jenuh pemainnya karena tidak ada pertandingan dalam waktu dekat ini, PERSIB menggelar laga uji coba kontra UNI di Lapangan Sesko AD, Jumat (18/12/2015). Pelatih PERSIB Djadjang Nurdjaman mengatakan tidak melihat pada hasil pertandingan, meskipun timnya mendapat kemenangan dengan hasil telak 5-0.

Djadjang mengatakan, tujuan uji coba lebih pada menjaga mood pemain supaya tidak jenuh. Sebab kalau latihan terus menurutnya, akan membuat anak asuhnya jenuh sehingga perlu diselingi dengan pertandingan.

"Yang kedua saya juga ingin melihat progres dari pemain muda. Ada beberapa juga yang baru gabung seperti Alfath Fathir sama Sugianto yang di belakang. Termasuk dua pemain dari PBR (Gavin Kwan Adsit dan Ibrahim Conteh) kita pantau terus," kata Djadjang usai laga.

Pelatih yang karib disapa Djanur ini mengatakan, penampilan pemain mudanya seperti Gian Zola dan Febri Hariyadi juga memperlihatkan kemajuan cukup bagus. Pertandingan uji coba ini penting untuk meningkatkan jam terbang mereka.

"Jadi saya tidak terlalu melihat hasil pertandingan, karena lebih fokus untuk melihat tujuan kita tadi. Ingin melihat kemampuan pemain-pemain. Secara tim saya tidak terlalu perhatikan dulu. Karena pemain baru yang baru gabung dengan tim jadi belum terlalu ideal," ungkapnya. ***

sumber : http://persib.co.id/ 

Latihan Menggunakan Metode HIIT


 Pelatih fisik PERSIB Yaya Sunarya langsung memberikan menu latihan dengan intensitas tinggi pada latihan di Lapangan Sesko AD, Kamis (17/12/2015) pagi. Latihan dengan metode High Intensity Interval Trainning (HIIT) ini diberikan Yaya untuk melihat sejauh mana kebugaran pemain selain untuk meningkatkan kondisi fisik juga.

Pada sesi latihan itu, terlihat jajaran pelatih mencoba untuk memberikan latihan kekuatan, fleksibilitas, kecepatan, kelincahan, keseimbangan, reaksi sampai pada stamina. Hal itu pun dimaksudkan untuk meningkatkan kebugaran pemainnya, yang saat ini harus berlatih tiga kali dalam satu minggu.

"Latihan saat ini kita hanya mencoba selalu berada dalam kondisi yang siap meskipun belum ada target jelas (pertandingan). Apalagi kompetisi tidak ada. Tadi kita coba latihan dengan metode HIIT (High intensity interval training)," kata Yaya usai latihan.

Yaya pun bersyukur karena dari hasil latihan tersebut dapat terlihat, pemainnya tetap mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kondisi kebugaran saat liburan. Meskipun kondisinya tidak sebaik musim lalu, Yaya memaklumi hal tersebut. Apalagi latihan yang dilakukan tiga minggu sekali dan tidak ada kompetisi.

"Kita selalu berharap pemain dalam kondisi siap. Latihan tadi hasilnya mungkin karena hanya seminggu tiga kali latihan. Saya bersyukur pemain bertanggung jawab. Saya memaklumi kondisinya, dengan kontinyu latihan yang ada," ucap Yaya.

Pelatih jebolan FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini pun optimistis jika kebugaran pemain akan terus meningkat. Tentunya kebugaran yang maksimal akan tercapai dengan latihan yang progresif dan berkesinambungan. ***

sumber : http://persib.co.id/